Buku ini hadir sebagai bentuk kepedulian penulis terhadap dinamika penataan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Surakarta, yang mengalami perubahan signifikan akibat kebijakan penataan ruang perkotaan. Melalui buku ini, penulis mencoba memotret kondisi terkini para PKL, termasuk jumlah PKL, ragam fasilitas yang tersedia dan dampak penataan yang dirasakan di lapangan. Kebijakan pemerintah kota dalam menata PKL sering kali memunculkan dilema antara kepentingan penataan ruang publik dan perlindungan mata pencaharian masyarakat. Buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi untuk memahami lebih dalam bagaimana PKL bertahan, beradaptasi dan tetap eksis di tengah regulasi dan kondisi sosial masyarakat yang berkembang.