Sastra pada era digital mengalami perluasan bentuk, fungsi, dan ruang keberadaannya. Teks tidak lagi hadir semata sebagai susunan bahasa yang tertutup dalam halaman cetak, melainkan bergerak dalam jaringan digital yang dinamis, interaktif, multimodal, dan terhubung dengan berbagai sistem teknologi. Perubahan ini memunculkan tantangan baru bagi studi sastra karena konsep pengarang, pembaca, teks, makna, dan medium mengalami pergeseran yang mendasar. Buku referensi ini disusun untuk memberikan pemahaman teoretis dan kritis mengenai hubungan antara sastra, ekologi digital, narasi, dan kecerdasan buatan. Pembahasan dalam buku ini mengarahkan pembaca untuk melihat teknologi tidak hanya sebagai alat bantu, tetapi sebagai lingkungan kultural yang ikut membentuk cara manusia berpikir, berimajinasi, dan membangun makna. Oleh karena itu, sastra digital perlu dibaca melalui kerangka yang lebih luas, yaitu kerangka yang memperhatikan hubungan antara manusia, mesin, teks, algoritma, platform, dan lingkungan sosial.